Aku Punya Cerita

April 11, 2011

Memulai

Filed under: Hanya Pengungkapan.. — elizabethlistya @ 5:32 pm

Memulai. Ya, aku awali dengan kata ‘memulai’.

Sudah lama sekali aku tidak menuliskan apa yang kau pikirkan. Banyak hal selama kurang lebih setahun ini lalu lalang begitu saja dalam otakku. Tentang pandangan hidup, pendapat orang lain, pertemanan, pekerjaan, keluarga, cinta, kesenangan, kesedihan, sampai segala sesuatu di jalanan sana yang sempat menyita perhatian dan pikiranku. Semua terlewat begitu saja, sebelum aku berhasil menuangkannya dalam beberapa baris kalimat.

Banyak sekali alasan yang pasti aku lontarkan terhadap diriku sendiri mengapa aku melewatkan hal-hal berharga tersebut. Karena waktu, kesibukan, tidak ada media untuk menulis… Yah, sebut saja semua alasan yang logis untuk menghalang-halangi aku sendiri untuk menulis.

Semua alasan tinggalah alasan. Bukan suatu jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang aku lontarkan sendiri, mengapa aku tidak menulis lagi. Rasa enggan untuk memulai, aku kira itu lebih tepat untuk jawaban pertanyaanku. Pikiran mendasar inilah yang melahirkan berjuta-juta alasan. Yah, aku rasa itu.

Memulai. Membuka satu jalan untuk kita melangkah ke arah mana yang kita inginkan. Bukan sekedar terlintas dalam pikiran, tapi juga berusaha untuk diwujudkan. Memulai satu hal selalu berujung dengan memulai hal lain. Begitu seterusnya, setidaknya itu menurutku.

Maka aku sendiri memutuskan untuk memulai. Memulai untuk menciptakan jalan-jalan kecil untuk mewujudkan impianku. Memulai untuk berkomunikasi dengan hati. Memulai untuk mengekspresikan apa yang aku pikirkan dan aku alami. Memulai untuk menjalani aku dan hidupku… Aku yakin semua akan berjalan sebagaimana mestinya itu dimulai…

 

June 5, 2010

Aku Pikir Sekarang Aku Gila

Filed under: Sekedar Hidupku — elizabethlistya @ 4:55 am

Apa sih definisi dari “gila” ?

Sejak kecil aku tahu kalau ada orang yang perilakunya tidak seperti orang kebanyakan, ia dikatakan “gila”.

Orang yang tertawa karena hal yang tidak jelas, ia dikatakan “gila”.

Orang di jalanan yang lusuh dengan pakaian setengah atau bahkan telanjang, mereka bilang ia “gila”.

Lalu orang gila itu tempatnya di Rumah Sakit Jiwa. Setidaknya itu informasi yang kudapat waktu kecil.

Apa sih definisi dari “gila” ?

Seiring dengan bertambahnya usiaku aku mendengar lagi kata “gila”.

Orang yang mengejar keinginannya tanpa memperdulikan apapun di sekitarnya bahkan sampai menyakiti orang lain di sekitarnya, mereka dikatakan “gila”.

Orang yang melakukan sesuatu yang luar biasa pun akan dikatakan “gila”.

Lalu? Apa definisi dari “gila” ?

Kalau hari ini aku pikir aku gila, itu karena aku sedang berada dalam kamarku dengan musik ber-volume tinggi tepat di kedua telingaku, dan aku berteriak-teriak mengikuti lantunan lagu yang diputar. Aku pikir tidak kebanyakan orang melakukan hal ini.

Kalau hari ini aku pikir aku gila, itu karena aku belum makan sejak pagi, mengenakan pakaian lusuh, dan duduk berkomunikasi sendiri dengan layar ini, dengan rambutku yang berantakan. Mungkin penampilanku seperti orang yang mereka anggap “gila” yang ada di jalanan.

Kalau hari ini aku pikir aku gila, itu karena merasa mimpiku yang tidak tercapai. Lalu aku merasa paling terbelakang.

Aku gila karena aku tidak mampu bangkit kembali.

Aku gila karena merasa ini bukan salahku. Mereka lah yang salah. Aku tidak mau disalahkan.

Aku gila karena ternyata aku mampu memandang hal yang aku alami ini dalam dua sisi. Di satu sisi, aku merasa mereka salah memandangku, aku tidak seperti yang mereka pikirkan, aku benar. Tapi di sisi lain, aku merasa akulah penyebab apa yang aku alami sekarang ini.

Aku gila karena aku mampu tertawa. Entah apa penyebabnya. Aku tahu aku sedih, tapi aku tertawa. Tertawa dalam duniaku sendiri.

Aku gila karena aku mampu meneteskan air mata. Hanya karena lirik lagu yang kudengarkan.

Aku gila karena aku sekarang kehilangan akal sehatku. Aku tidak tahu mana yang baik dan buruk bagiku dan bagi orang lain.

Aku tidak seperti orang kebanyakan sekarang. Yang melewatkan hari ini dengan pekerjaannya, dengan aktivitasnya. Sedangkan aku? Tidak mampu berdiri lagi.

Ya! Aku kehilangan motivasi dalam hidupku.

Karena itu lah aku pikir sekarang aku gila.

Hei teman! Apa kau pikir sekarang aku gila?

March 6, 2010

Bolehkah Aku Bermimpi ?

Filed under: Sekedar Hidupku — elizabethlistya @ 7:31 am

Aku pernah membaca sebuah buku.

Aku diajarkan untuk bermimpi.

Hidup dimulai dari mimpi. Setidaknya itu quote menarik yang pernah kudapat.

Aku mulai bermimpi. Tentang segalanya. Tentang cita-cita. Tentang tempat-tempat menarik, berharap aku dapat mengunjunginya. Tentang orang-orang hebat, berharap aku dapat mengobrol dengannya. Tentang keinginanku membelikan rumah bagi kedua orang tuaku. Tentang keinginanku menuntut ilmu di luar negeri. Tentang teman-temanku. Tentang karirku. Termasuk juga tentang cinta.

Dalam mimpi aku bermain-main dengan imajinasiku. Berinteraksi dengan diriku sendiri. Merangkaikan kejadian-kejadian sesuai dengan apa yang aku inginkan.

Dalam mimpi aku merasa bebas. Tidak akan ada yang terluka oleh mimpiku. Tidak ada kesedihan. Karena aku selalu merangkaikan hal indah.

Bukannya itu tujuan manusia? Menemukan kebahagiaan dalam hidupnya? Walaupun wujud kebahagiaan itu berbeda satu dengan yang lainnya. Aku sadar itu.

Ya! Karena mimpi-mimpiku membuatku tersenyum. Membuatku bersemangat untuk mewujudkannya. Memberikan aku support untuk melanjutkan hidupku. Menurutku itu baik.

Sayang sekali. Akhir-akhir ini aku takut untuk bermimpi.

Aku terjebak pada realitas yang kau ciptakan. Kau mampu membuatku berhenti bermimpi, kuharap ini hanya sejenak.

Aku takut menceritakan mimpiku padamu. Kau tak mau berbincang denganku tentang mimpi. Kau selalu menganggap remeh mimpiku.

Kau bahkan tak tahu betapa berartinya mimpi dalam hidupku.

Tak tahukah kau, bahwa kau juga bagian dari mimpiku?

Kau bilang hiduplah dalam realita.

Ya! Hidup memang realita. Namun, tak jarang aku sadar, hidup yang kujalani seperti yang kuimpikan.

Kau selalu beralasan, akan sakit jadinya jika kenyataan tidak sesuai dengan mimpi kita.

Ya! Memang menyakitkan.

Hidup memang tak selalu mulus seperti yang kita bayangkan. Selalu ada kerikil di dalamnya. Dan aku bermimpi untuk melewati kerikil itu. Agar jalannya lurus kembali.

Aku tahu, Tuhan tahu mimpiku. Ia tahu segalanya dari diriku. Menurutku Ia membantuku mewujudkan mimpi-mimpiku. Dengan cara-Nya.

Apakah aku salah dalam hal ini?

Aku takut menceritakan mimpiku padamu. Kau tak mau berbincang denganku tentang mimpi. Kau selalu menganggap remeh mimpiku.

Kau bahkan tak tahu betapa berartinya mimpi dalam hidupku.

Tak tahukah kau, bahwa kau juga bagian dari mimpiku?

Apakah aku salah dalam hal ini?

Apa aku salah memberikan kau peran dalam rangakian mimpiku?

Apakah mimpiku salah?

Lalu, bolehkah aku terus bermain dengan imajinasiku?

February 28, 2010

Layang-layang

Filed under: Hanya Pengungkapan.. — elizabethlistya @ 3:52 pm

Layang-layang. Aku sering menyebutnya dengan layangan. Rangkaian kertas berwarna-warni, dilekatkan satu sama lain, diberi rangka dengan pilahan bambu, disambungkan dengan benang, lalu cara memainkannya dengan diterbangkan di udara dan dikendalikan dengan benang. Sebenarnya termasuk salah satu jenis permainan yang musiman. Dimainkan pada saat musim yang banyak angin berhembusnya, karena untuk menerbangkannya ke udara membutuhkan bantuan angin.

Aku sering memainkannya sewaktu SD, bahkan kalau tidak salah sampai SMP. Pada musimnya, akan menjadi permainan wajib untukku sepulang sekolah. Rutinitas dulu yang aku ingat, sepulang sekolah aku akan membaca buku cerita atau novel ringan yang kupinjam dari perpustakaan sekolahku, lalu menjelang sore aku akan memainkan layanganku. Berlari di lapangan sambil mengulur-ulur layanganku. Atau dengan bantuan teman, aku menerbangkannya di kebun kosong dekat rumahku.

Pernah suatu ketika aku berhasil menerbangkannya seorang diri. Ada rasa bangga yang tulus mengalir dalam hatiku. Perasaan puas. Aku tersenyum senang setelah bersusah payah lari demi menerbangkan layanganku itu. Walaupun, tidak setinggi teman-teman yang lain, tapi aku tetap bangga. Aku memberikan ekor tambahan pada layanganku, sebagai ciri-ciri layangan yang tidak boleh diadu. Tapi terkadang, temanku yang mengendalikan layanganku untuk diadu. Tidak apa, aku senang juga melihat antusiasme temanku memainkan layanganku.

Aku baru terpikir sekarang. Layangan memberiku pelajaran, selain membuat kulitku lebih gelap, hehehe. Aku ingat betapa dulu sulitnya menerbangkan layangan seorang diri. Mungkin karena aku wanita, jadi lebih sulit dan tidak tahu triknya. Akan lebih cepat layanganku naik jika dibantu teman. Aku memang pernah berhasil menerbangkan layangan seorang diri. Membanggakan. Namun, aku pernah juga berhasil menerbangkannya dengan bantuan teman. Membanggakan, sekaligus menyenangkan karena kerja sama kami membuahkan hasil.

Layang-layang yang terbang indah di udara, seperti sebuah tujuan yang harus kita capai. Kita bisa saja sendirian menerbangkannya. Kita juga bisa bersama dengan teman menerbangkannya. Terkadang kita harus mencapai tujuan kita dengan usaha sendiri. Ini membuat kita harus berjuang keras demi tujuan kita. Namun, terkadang kita membutuhkan bantuan teman untuk mencapai tujuan kita, tujuan bersama. Kita tak akan pernah bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Hal yang tidak boleh dilupa adalah angin. Angin membantu layang-layang terbang di udara. Sekeras apapun kita dan teman kita berusaha, jika tak ada angin, layang-layang tak akan bisa terbang. Angin bukan kita yang mengendalikan. Kita hanya mengendalikan layang-layang dan diri kita sendiri. Angin, seperti Tuhan. Ia punya kuasa, akan seperti apa layang-layang kita nanti terbangnya. Apakah bisa terbang, atau tidak. Ini mengingatkanku bahwa, sekeras apapun usaha kita sebagai manusia, Tuhanlah yang berkuasa atas hidup kita.

Beberapa hari yang lalu, aku melihat seorang anak kecil berusaha menerbangkan layang-layang. Dia terlalu fokus pada layang-layangnya, terus melihat ke atas, dan tak sadar ada sebuah mobil lewat di dekatnya. Jika dia salah melangkah, mungkin dia akan mengalami cedera…

Lihatlah kondisi di sekitar kita, saat kita berupaya menerbangkan layang-layang kita… Fokus bukan berarti kita lupa akan segala hal di luar sana…

January 31, 2010

Hm, Jason Mraz…

Filed under: Sekedar Hidupku — elizabethlistya @ 3:06 pm

Waktu lagi nulis ini pas lagi dengerin lagunya Jason Mraz yang I’m Yours..
Lagunya enak, musiknya mengalun, liriknya sederhana tapi dalam maknanya..
Akhir-akhir ini saya memang sedang senang sekali mendengarkan lagu-lagu Jason Mraz..
Seperti membawa energi baru..
Masalah bisa dilupakan sejenak..
Saya ikut menggerakkan leher dan sedikit badan saya mengikuti irama musiknya dan liriknya, selalu berkesan..

Ada cerita, ketika saya sedang seorang diri di malam hari dan bimbang tidak tahu apa yang harus saya lakukan, ketika saya bingung harus menjadi siapa, ketika orang-orang bilang, “Jadilah dirimu sendiri”..tetapi sebenarnya ada setitik harapan agar saya menjadi apa yang mereka inginkan..
Saya benar-benar tidak tahu, apakah saya itu manusia atau robot..
Pada saat itu yang saya dapat dengarkan dengan sadar adalah lantunan lirik lagu dari Jason Mraz, judulnya Details in The Fabric..
Dan lirik yang membuat saya terkesan, adalah…
‘hold your own, know your name, and go on your own way..and everything will be fine’

Saya merasa liriknya seperti sebuah jawaban dari kebingungan saya..
Yup, kali ini memang sebuah nasihat untuk menjadi diri sendiri!!!
Jujur, polos, tanpa embel-embel setitik keinginan yang egois..

Terkesan. Sebenarnya pencitraan ini timbul dari dalam diri sendiri. Kata terkesan, mengimplikasikan adanya suatu perasaan mendalam dan tidak dibuat-buat.
Jujur, saya sumingrah mendengar satu baris lirik ini. Saya sampai memutar lagunya berkali-kali sendirian, agar bisa mengulang lirik itu berkali-kali juga..hehehe..
Ternyata, baru saya sadari bahwa menemukan jawaban dari kebimbangan adalah butuh dalam keheningan. Keheningan bukan berarti duduk diam dalam gelap, mencoba merenung dalam-dalam bahkan sampai meneteskan air mata. Tapi keheningan yang saya maksud adalah keadaan di mana kita bisa konsentrasi pada diri sendiri, mencoba mendengarkan hati, tanpa adanya paksaan untuk menemukan jawaban dari kebimbangan. Biarkan mengalun..
Kita hanya berusaha mencari diri kita kembali, tanpa membuatnya tersiksa dengan masalah yang ada. Hati kita butuh ketenangan. Dan, jawaban dari persoalan terkadang timbul dari hati yang tenang..
Bagaimana agar hati tenang? Serahkanlah perkaramu ke pada Tuhan. Berpasrah dan tetap berdoa. Dan, alihkan sejenak pikiranmu dari perkara tersebut. Karena dengan terus-terusan memikirkan perkara itu, sama saja kita tidak berpasrah..
Pernahkah kita mencari suatu barang mati-matian, tapi tidak ketemu? Lalu di kala lain tanpa sadar kita menemukannya?
Ini semua menurut pendapat saya, berdasarkan apa yang pernah saya alami..

Jason Mraz memang tidak tahu apa perkara yang sedang saya hadapi. Tetapi hati saya yang pada saat itu sudah mulai tenang membawa saya pada lirik lagunya itu..
Dan kini..ketika perkara itu sudah ditemukan jalan keluarnya, ternyata memang itulah keinginan saya..Diri saya..

Pada saat saya mengakhiri tulisan ini, lagu Details in The Fabric akan segera berakhir…
Dan..
‘everything will be fine……’

Jason Mraz – Details in The Fabric

January 14, 2010

Resolusi, Suplemen, dan Sugesti

Filed under: Hanya Pengungkapan.. — elizabethlistya @ 4:11 pm

Menjelang tahun 2010, di bulan Desember 2009 yang lalu saya chatting dengan seorang kawan. Dia bilang badan saya kurus sekali sekarang. Yaa, memang saya terakhir menimbang berat badan sekitar 45 kg, dengan tinggi sekitar 156 cm. Dari situ jelas, tampak kurus juga badan saya ini. Haha! Dari pernyataan kawan saya itu, yang terlintas di pikiran saya adalah saya harus menggemukkan badan. Maka dengan spontan saya ketik, ‘Whaa, resolusi aku 2010, jadi lebih gemuk dan sehat!’.

Resolusi. Kata yang memiliki banyak arti. Tapi dalam hal ini, resolusi yang saya maksud adalah sebuah harapan, tujuan, cita-cita, dan keinginan yang akan di capai dalam tahun 2010 ini. Kalau berupa harapan, tentunya akan tertanam dalam hati kecil kita, menjadi tinggal dalam alam bawah sadar kita, dan akan mempengaruhi apa saja yang kita lakukan. Yah, setidaknya itu sedikit ilmu yang saya dapat dari The Secret.

Berarti saya harus lebih gemuk! Itu yang saya pikirkan. Lalu, bagaimana caranya? Saya salah satu dari jenis orang yang suka lupa dan telat makan kalau sudah tenggelam dalam suatu hal atau pekerjaan. Jadi, agak sulit mengatur pola makan. Kecuali dengan banyak paksaan dari luar. Haha! Saya juga jarang berolahraga saat ini. Tentulah terlintas bahwa pola hidup saya tak sehat. Hufh.. Susah sekali untuk mulai berdisiplin diri kembali..

Suatu hari di Januari 2010, dalam perjalanan pulang ke rumah dengan angkutan umum khas Jakarta, busway, saya berbincang dengan seorang kawan seperjalanan. Pembicaraan yang awalnya basa-basi, tapi kelamaan menjurus ke hal yang sifatnya curcol (curhat colongan). Yah, saya menyisipkan resolusi saya yang ingin lebih gemuk itu dalam pembicaraan bersamanya. Dia memang bukan orang yang gemuk berisi, tapi badannya cukup ideal dengan tinggi badannya. Lalu, dia menyarankan saya untuk mengonsumsi suplemen Natur-E. “Lho, itu bukannya untuk kesehatan kulit yaa, mba?”, itu pertanyaan yang saya lontarkan kepadanya. “Iya, benar. Saya pakai minum itu kok, coba aja dulu”, itu jawabnya. Saya tahu, dia sedang tidak promosi akan merek dagang suplemen tersebut. Dia hanya sekedar berbagi cerita. Yah, bagi produsen, komunikasi sesama konsumen akan suatu produk memang memberi nilai timbal balik bagi produsen produk tersebut. Setidaknya itu yang saya pernah dapat dari salah satu mata kuliah saya.

Entah dorongan macam apa yang terjadi pada saya, saya pun pergi ke sebuah minimart dan mencari suplemen yang disarankan kawan seperjalanan saya itu. Saya teliti benar produk tersebut. Saya baca informasi yang tertera pada bungkusnya. Memang benar, itu adalah suplemen untuk kesehatan dan kecantikan kulit, seperti yang terlontar dalam iklan komersialnya di televisi. Tidak ada sedikit pun informasi tentang khasiat suplemen dapat meningkatkan berat badan. Hm, akhirnya saya putuskan untuk membelinya. Dicoba saja dulu, kalau memang tidak menunjang nafsu makan saya, yah setidaknya mampu menjaga kesehatan kulit. Walaupun tanpa sadar, sebenarnya saya berharap banyak akan suplemen tersebut dapat membantu meningkatkan berat badan saya, minimal meningkatkan nafsu makan saya lah..

Awalnya saya mengonsumsi suplemen tersebut, tidak ada efek mencolok yang saya rasakan. Tapi tetap saja saya teruskan, dengan harapan nafsu makan saya bertambah. Itu saja yang memenuhi pikiran saya. Dan benar. Akhir-akhir ini saya merasa lebih sering lapar, dan agak sulit mengatur keinginan perut itu. Bahkan, sekarang saya agak sulit berkonsentrasi jika perut lapar. Beda sekali dengan dulu, saya masih bisa menahan rasa lapar saya. Pada kondisi sekarang ini, saya bersyukur karena keinginan saya perlahan-lahan saya wujudkan. Mulai dari dulu susah kalau disuruh makan, hingga sekarang susah kalau menahan lapar. Haha!

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya? Sederhana, hanya keterkaitan antara keinginan, pikiran, sugesti, dan kenyataan. Resolusi saya yang ingin menambah berat badan itu menjadikan pikiran saya terpusat melulu pada bagaimana caranya mewujudkan keinginan saya. Pikiran tersebut mendatangkan sugesti. Saya tersugesti untuk membeli suplemen yang tidak ada hubungannya dengan berat badan. Tetapi pikiran saya tetap percaya bahwa suplemen ini dapat memberikan hasil yang berarti bagi saya. Suplemen, adalah salah satu cara dan alat bantu dalam mewujudkan keinginan saya. Suplemen mampu menimbulkan pikiran dan kepercayaan penuh akan terwujudnya keinginan saya. Akhirnya, saya pun perlahan-lahan menjalani cara-cara bagaimana agar keinginan saya itu terwujud..Haha!

Jadi, tanamkanlah keinginanmu, datangkan energi positif demi keinginanmu, dan ciptakanlah hari-harimu. Lalu, bagaimana dengan Yang Maha Kuasa? Bukankah hidup adalah kehendak Yang Maha Kuasa? Yup, hidup memang kehendak Tuhan, maka seringlah berkomunikasi dengan-Nya untuk berkonsultasi atas keinginanmu. Selamat menikmati resolusi, suplemen, dan sugesti. Semoga keinginanmu terkabul!
God Bless Us!

January 10, 2010

“gak penting”

Filed under: Hanya Pengungkapan.. — elizabethlistya @ 5:58 pm

Jika mendengar seseorang mengucapkan kata “gak penting”, kedengarannya seperti dia tidak memperdulikan bahkan tidak menghargai apa yang dilakukan atau dikatakan orang yang dia tujukan perkataan ini. Entah apa pun itu alasannya. Hemh, iya gak?

Berangkat dari sebuah pengalaman kecil, ketika aku berkirim pesan ria dengan seseorang yang sebenarnya aku hanya mengenalnya melalui cerita. Awalnya kami berbalas pesan sewajarnya, dengan nada baca (nada baca=nada kita membaca sebuah pesan yang hanya dapat dibayangkan bagaimana perasaan orang yang mengirim pesan) biasa, ramah, tanpa emosi, dan tanpa terkesan cuek. Namun entah balasan macam apa yang aku kirim padanya, tiba-tiba pesan balasan dari dia solah-olah dia emosi dan terkesan cuek. Belakangan, aku tahu dia merasa balasan pesan dari ku itu “gak penting”. Hoo??? Aku cuma bisa melongo..

Bukan ingin membahas lebih dalam mengenai isi pembicaraan ku dalam pesan berbalas itu, tapi aku lebih tertarik dengan ungkapan “gak penting”. Hemh, timbul pertanyaan. Seberapa batasan untuk suatu hal atau perkataan dianggap “gak penting”? Bagaimana suatu hal atau perkataan dikategorikan “gak penting”?

Katakanlah ungkapan “gak penting” ditujukan untuk suatu basa-basi. Hemh, basa-basi memang menghabiskan waktu, tapi bukankah dari basa-basi itu kita menuju ke pembicaraan yang lebih serius dan penting? Jadi seberapa besar kekuatan basa-basi yang “gak penting” itu?

Hemh, atau katakanlah ungkapan “gak penting” itu ditujukan untuk suatu pembicaraan yang keluar jalur, yah bisa dikatakan intermezzo. Namanya juga keluar jalur, berarti dimaksudkan agar tidak terlalu jenuh dengan pembicaraan yang sedang dibicarakan. Hemh, iya gak?

Atau, ungkapan “gak penting” ini ditujukan untuk suatu hal atau pembicaraan yang tidak diinginkan oleh lawan bicara kita? Hemh, kalau yang ini pendapat saya hanya satu. Yah, setiap orang kan berbeda, kalau menurutku itu penting dan menurut lawan bicara kita itu “gak penting”, kita mau bilang apa? Paling ampuh ya, stop pembicaraannya, biar gak panjang urusannya. Iya gak?

Bicara tentang menghentikan pembicaraan, bisakah kita menghentikan pembicaraan dengan halus seperti memulai pembicaraan? Haha! Sekali lagi tergantung situasi, kondisi, dan orangnya. Jadi, relatif sekali yaa, hidup ini…^^

Tapi satu hal. Aku ingin meminta maaf kepada teman berbalas pesanku itu kalau kata-kataku dianggap “gak penting”, atau bahkan menyinggung perasaannya. Aku bermaksud agar lebih akrab, dengan menggunakan kata-kata yang menurutnya “gak penting”. Tapi ternyata, kondisinya berbeda..

Humh…kenapa menjadi “gak penting”???
Haha!

December 17, 2009

Friday the 13th

Filed under: Sekedar Hidupku — elizabethlistya @ 3:31 pm

Aku baru tahu istilah ini dari seorang teman di awal tahun 2009 ini. Lucu juga kedengarannya. Jumat hari yang dianggap keramat, dan 13 yang dianggap angka sial. Jelas yang terlintas adalah hari yang akan paling sial dalam hidup kita..haha!!

Friday the 13th ku yang pertama aku sadari, entah itu pada bulan Februari atau Maret, aku lupa. Yang jelas pada hari itu aku melakukan sebuah kebodohan, di depan seseorang yang aku sukai.
Pada hari itu bertepatan dengan hari2 siklus bulanan ku sebagai wanita. Singkat cerita, pembalut bekas pakai milikku yang aku bungkus rapi dalam plastik pembungkusnya terjatuh dari kantong celanaku (aku bermaksud membuangnya di tempat sampah di rumah, jadi aku simpan dulu). ‘Sampah’ itu terjatuh dari kantong celanaku ketika aku beranjak meninggalkan kelas karena perkuliahan telah usai. Aku belum menyadarinya, sampai ketika seorang teman pria satu kelasku memanggilku di tangga dan memberitahu bahwa ada yang ketinggalan di kelas. Aku bingung sehingga langsung kembali ke kelas. Hufh, dasar ceroboh…Di kelas aku lihat teman2ku sedang mengelilingi ‘sampah’ yang aku produksi itu sambil mengejek2, bercanda2. Yup, mereka semua rata2 pria..dan yang paling ironis adalah, seorang pria yang aku sukai itu berada di antara mereka…haha…aku lihat wajahnya, hemh, menurutku dia ilfeel..huaaaa!!!

Friday the 13th ku yang kedua, bulan November. Awalnya aku belum menyadari tanggal berapa hari itu. Karena aku memang selalu lupa akan tanggal dan hari..haha..Friday the 13th kali ini aku lewati bersama seorang pria yang aku sukai, aku sayangi lebih tepatnya. Yup, orang yang waktu Friday the 13th pertamaku melihat kelakuan bodohku dengan tatapan yang membuatku berpikir ia akan selamanya ilfeel padaku..
Hari itu aku bersamanya seharian. Menyenangkan. Bersamanya sambil menunggu hujan. Hal yang indah dan patut diingat. Singkat cerita, ketika malam dan aku harus pulang, hujan justru turun dengan lebatnya (lebih lebat dari sebelumnya). Aku mendapat pesan singkat dari seorang teman yang juga melakukan perjalanan pulang di malam hari yang hujan itu, katanya, “Busway macet total di Matraman”…Hufh, itu rute aku pulang dengan Transjakarta..tapi aku harus pulang. Aku duduk memandang cemas ke arah hujan ditemani dirinya. Berfikir adakah yang bisa dilakukan, agar aku bisa pulang dengan selamat. Beruntung, hujan mereda. Tetap hujan, tetapi hanya gerimis kecil. Akhirnya kami pulang, dengan sepeda motor. Aku akan diantarnya sampai shelter busway Matraman, atau Dukuh Atas, entahlah aku juga bingung. Hujan memang tidak begitu deras, tapi rintikan air hujan yang menerpa muka karena bantuan angin,  membuatku lebih sering membenamkan kepalaku di balik bahunya, sambil sesekali mencuri kesempatan..haha!! Moment itu dibumbui dengan macetnya Jakarta. Diiringi dengan klakson2 kendaraan bermotor saling bersahutan, dengan hembusan gas buangnya di mana2. Ditambah dengan genangan air tinggi di beberapa jalan yang seharusnya kami lewati, sehingga kami harus putar otak dengan cepat, melanggar beberapa rambu, agar aku bisa pulang dengan cepat dan selamat..haha!! Bayangkan malam yang dingin karena hujan bersama seseorang yang kita sayangi di tengah semrawutnya Jakarta..suatu hal yang patut disyukuri atau disesali???

That’s Friday the 13th..tergantung dari mana kita melihatnya..
haha!!

December 4, 2009

One day in your life…

Filed under: Hanya Pengungkapan.. — elizabethlistya @ 3:17 pm

Hahaha…terinspirasi lirik lagu si King of Pop, Jacko…
Hm, bukan mo bahas lebih lanjut bagaimana kelanjutan kisah raja pop itu sih..cuma seperti biasa, saya mendapat slentingan..hehe
Hm, pernah gak sih merasa jadi orang gak guna, ngerasa pecundang gitu??
Saya sangat sering..hahaha
Mungkin kali ini juga saya sedang merasakan hal tersebut.
Yah, manusiawi kan??
Tapi, lebih dari itu. Jelas kita gak boleh terkungkung dalam suasana hati down kaya gitu..hehe..sok tahu gitu saya..Kan gak enak terus-terusan merasa jadi orang yang gak guna. Tertekan pastinya..huhu..
Hm, setiap orang punya porsi dalam hidupnya. Dan karena porsi itu lah mengapa kita diciptakan berbeda dengan yang lainya. Ada kalanya kita sama sekali tidak berhasil dalam satu hal di mana orang lain bisa melakukannya jauh lebih baik dari kita. Namun, sadarilah bahwa di kala yang lain kita jauh lebih baik daripada orang lain…Move on!!! sebelum dunia berhenti berputar…hahaha
And..one day in your life,,you remember me somehow, though you don’t need me now…
haha!!

special thx to :
seorang musisi jalanan yang kala malam saya pulang dari penatnya rutinitas dalam keadaan yang desperate,,he sang this song….seorang teman yang tak saya kenal…hahaha

September 4, 2009

Cinta…???!!!

Filed under: Sekedar Hidupku — elizabethlistya @ 10:44 am

aku tak tahu mengapa aku memberi judul seperti ini dalam tulisanku kali ini.
aku hanya ingin berbagi sedikit hari2 ku yang lebih berwarna kali ini.
semua tentang cinta dan kasih sayang.

pernahkah kau merasa agak enggan bangun di pagi hari karena masih ingin bergumul dengan mimpi indah di malam tadi?
atau pernahkah kau bangun terlalu pagi dari biasanya dan merasa hari itu kau sangat bersemangat?
pernahkah kau memaki dan menyumpahi orang2 di jalan karena mereka membuat jalanan macet sehingga membuatmu sedikit terlambat tiba di tempat tujuannmu?
atau pernahkah kau hanya terdiam, termenung, dan sepertinya dirimu tidak ada di perjalanan pada saat itu, dan tahu2 kau sudah sampai di tempat tujuan?
pernahkah kau merasa tugasmu bertumpuk di meja dan itu menghambat kesenanganmu menatap seseorang secara diam2?
atau pernahkah kau bersyukur atas tugas yang diberikan kepadamu karena itu memberikanmu banyak kesempatan untuk berdiskusi dengannya?
pernahkah kau merasa sangat kesal terhadap seseorang yang tengah berada bersamanya?
atau pernahkah kau merasa beruntung dengan adanya orang tersebut di sampingnya karena ia akan kau jadikan alasan untuk terus2an membuka komunikasi?
pernahkah kau merasa jam istirahat terasa lama karena kau ingin terburu-buru menikmati makan siang bersamanya?
atau pernahkan kau merasa jam berlalu begitu cepat karena itu artinya hari ini akan berlalu begitu cepat dan kau akan cepat berpisah?
pernahkah kau tiba2 menyukai segala sesuatu yang dia sukai padahal itu sama sekali bukan dirimu pada awalnya?
atau pernahkah kau ingin sekali memamerkan kepadanya apa saja kesukaanmu dan seperti apa dirimu, berharap dia akan berkata, “Wah itu sama denganku”?
penahkah kau merasa ingin sekali diantar pulang oleh dirinya?
atau pernahkah kau membohongi diri dengan pulang bersama dengan temanmu yang lain berharap dia akan memperhatikanmu pulang dan merasa jealuos?
pernahkah kau merasa begitu merindukannya padahal baru lima menit kau berlalu dari hadapannya?
atau pernahkah kau mencoba memikirkan hal lain untuk melupakannya sejenak tapi merasa terpaksa?
pernahkah kau merasa makan malammu hampa?
atau pernahkah kau buru2 menghabiskan makan malammu dengan semangat agar kau cepat kembali ke kamarmu?
pernahkah kau ingin mengirimkan sebuah pesan selamat malam tetapi kau berulang kali menghapus ketikkanmu di layar telepon genggamanmu sampai kau benar2 mendapat kata2 yang cocok?
atau pernahkah kau justru menunggu ada pesan ucapan selamat malam yang akan membuat tidurmu lebih indah, walaupun pesan itu tidak pernah datang sampai kau tertidur?
pernahkah kau memaafkan setulus hatimu apapun yang telah diperbuatnya hari itu yang menyakiti hatimu tanpa ia meminta maaf terlebih dahulu kepadamu?
atau pernahkah kau merasa begitu marah kepadanya dan menunggu permintaan maaf dari dirinya, padahal kesalahannya hanya sepele?
pernahkah kau merasa kau adalah orang yang paling bahagia dan merasa indah pada hari itu?
atau pernahkah kau merasa kau orang yang paling bodoh karena kau melewatkan sebuah kesempatan bersamanya?
dan pernahkah kau mendapati dirimu tersenyum sendiri karena sesuatu yang baru saja kau pikirkan tentang dirinya?

aku pernah
rasanya indah, membahagiakan, konyol, tapi menyiksa
dan aku menikmatinya
haha =D

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.